Selasa, 09 Juni 2009

Karena Sang Bunda

Pertengakaran itu bukan berawal dari gw..
Bukan gw yang pertama menyulut api
Gw hanya bertanya tentang keadaan kami saat itu..
Tapi dia langsung marah-marah tanpa jelas alasannya
Seandainya saat itu gak ada temen gw..
Dia pasti bakal langsung nurunin gw di jalanan yang sangat ramai itu.
Setelah temen gw pulang..
Barulah dia lampiaskan kekesalannya.
Padahal dia lebih dewasa daripada gw..
Tapi tingkahnya lebih seperti anak kecil daripada orang dewasa.
Gw terlalu angkuh untuk minta maaf...
Begitu juga dengan dia...
Aku tahu apa yang terjadi setelah ini..
Aku pasti akan langsung tertimpa kesialan.
Mungkin terdengar konyol...
Tapi memang begitulah kenyataannya.
Setelah aku bertengkar dengan dia..
Pasti kemalangan akan menghampiriku...
Seakan-akan membela dia.
Aku terjebak dalam keadaan ini...
Karena dia selalu melihatku dengan tatapan tajam dan dingin saat ini.
Aku sudah menunjukan padanya bahwa aku sudah sadar akan perbuatanku...
Namun ia tetap tak mau memaafkanku..
Aku sudah cukup menahan rasa kesal karena keangkuhan yang ditunjukannya...
Aku cuma bisa pasrah...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar